Berdaya Sebagai Blogger Ibu Rumah Tangga Bersama IIDN – Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis tahun 2022 ini sudah genap berumur 12 tahun. Wow! Sementara walau saya mulai berumah tangga 8 tahun lalu, saya baru join Ibu-Ibu Doyan Nulis kira-kira awal 2020.
Penting pengaruh IIDN dalam kehidupan saya setelah menjadi Ibu beranak satu. Saya yang dulu merasa ‘nggak ada waktu’ dan ‘ngga ada energi’ untuk mengurus blog kini bisa menghempaskan pikiran itu. Karena penting lho Ibu untuk menyalurkan kreativitasnya. Otherwise, kehidupan hanya berputar di urusan domestik dan tanggung jawab IRT lain. Pikiran negatif dan tidak mampu itu ‘menguap’ saat saya gabung IIDN.
Di usia sekarang ini saya sadar bahwa ibu-ibu membutuhkan ibu-ibu lain. Karena ibu rumah tangga maupun bekerja dapat merasa begitu ‘sendiri’ atau terisolasi dalam sederet kesibukan, sehingga butuh kehadiran dan support ibu-ibu lain. Disinilah letak pentingnya komunitas ibu-ibu yang positif.
Komunitas Ibu positif tersebut salah satunya adalah komunitas Ibu-Ibu Doyan nulis.
Sekilas Tentang Ibu-Ibu Doyan Nulis
Komunitas penulis perempuan yang diprakarsai Indari Mastuti pada tahun 2010 ini dibuat untuk mewadahi para penulis perempuan di Indonesia. Kini di grup facebooknya, Ibu-Ibu Doyan Nulis Interaktif telah memiliki lebih dari 20.000 anggota. IIDN sendiri memiliki perwakilan di kota-kota besar yang juga kerap memiliki agenda masing-masing.
Untuk bergabung menjadi anggota cukup join grup facebook-nya dan mengisi formulir keanggotaan. Tidak perlu punya blog atau sudah menelurkan buku, cukup niat yang kuat dan semangat berkomunitas.
Program Ibu-Ibu Doyan Nulis
Komunitas ini memiliki sederet kesibukan dan agenda. Dikutip dari website IIDN, program-Program Ibu-Ibu Doyan Nulis diantaranya:
- Program rutin berbasis Facebook grup di mana di dalamnya dilakukan berbagai bentuk diskusi dan aktivitas kepenulisan dalam kemasan: #SeninSemangat, #SelasaBlog. #RabuBuku, #KamisKuis, #JumatFIKSI dan #SabtuPUEBI
- Memfasilitasi penulisan dan penerbitan buku anggota.
- Memfasilitasi penulisan, penerbitan dan pemasaran buku antologi anggota secara indie bekerjasama dengan berbagai penerbit indie
- Bekerjasama dengan pihak-pihak di luar IIDN dalam penulisan buku, kampanye digital atau hal-hal lain yang terkait penulisan.
Selain itu, Ibu-Ibu Doyan Nulis juga sering memberikan sharing ilmu live melalui platform social media maupun webinar dengan tema-tema kepenulisan yang menarik. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Ibu-Ibu Doyan Nulis, kamu bisa baca dari halaman profil IIDN.
Pengalaman Bergabung dan Hadir dalam Program Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis
Boleh dibilang di momen saya bergabung IIDN, saya sedang berusaha bangkit dari kondisi ‘di bawah’ dan sangat ingin merasa bersemangat lagi dalam segala faktor dalam hidup. Saya sedang ‘dihajar’ ujian berat waktu itu dari segi ekonomi dan personal. Sementara untuk berpikir gabung dengan komunitas penulis atau komunitas blogger, tidak terbayang sama sekali waktu itu.
Sebagai bentuk ikhtiar untuk mencari pemasukan, saya berusaha mencari grup Ibu-ibu dimana saya bisa ‘sebar dagangan’ sebagai marketer. Kemudian saya join grup Ibu-Ibu Doyan Bisnis. Mungkin karena sudah join disana, maka platform social media menyarankan saya gabung dengan grup Ibu-Ibu Doyan Nulis Interaktif.
Setelah bergabung, saya langsung join grup Whatsapp Group Blogwalking IIDN. Kegiatan mengunjungi dan berkomentar di blog ibu-ibu lain membuat saya tersulut untuk aktif blogging lagi. Apalagi, blog ibu-ibu lain begitu keren dan ‘berilmu’. Mereka pun tidak ‘pilih-pilih’ dan sportif, disiplin juga sopan dalam berkomentar di blog saya yang masih non-TLD waktu itu.

Tak hanya dari grup blogwalking ini, saya juga ikutan kelas menulis pemula dari Mba Widyanti, Ibu ketua IIDN. Selain dari kelas ini, IIDN juga sempat memberikan beragam webinar kelas blogging yang disponsori maupun tidak. Semua sharing dan kelas IIDN saya sering ikut. Hasilnya, saya merasa level saya sebagai blogger otomatis ter-upgrade. Apalagi beberapa kali saya masuk sebagai juara harapan dan sempat juga jadi juara pertama.
All thanks to Ibu-Ibu Doyan Nulis. Saya sudah tidak lagi menjadi blogger yang minim ilmu. Sudah yentu bergabung dengan komunitas ini membantu saya maju.
Manfaat Bergabung Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis
Entah kenapa, kalau mendengar komunitas ibu-ibu kok kadang terselip image jelek. Ya banyak ghibah, ya isinya arisan, ya ini dan ya itu. Tidak dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Yang saya rasakan selama ini, IIDN banyak memberikan ilmu dan wadah untuk ibu-ibu dalam berkarya dalam bentuk menulis.
Ini manfaat yang saya rasakan selama kira-kira 3 tahun bergabung dengan IIDN:
- Memiliki environment yang aman untuk berkarya dalam bentuk menulis
- Mendapatkan motivasi dalam berkarya dan menulis
- Memperluas perkenalan dengan ibu-ibu penulis dan blogger pemula maupun profesional lain yang memiliki value hidup positif
- Diberikan peluang untuk tumbuh dan berekspresi dalam penulisan
- Diberikan peluang untuk berkarya dan mendapatkan pemasukan dari job blog dan lomba
Membuat Komunitas Ibu-Ibu Blogger Alumni
Begitu besarnya impact komunitas perempuan plus semangat saya dalam berkomunitas, sehingga di tahun 2021 saya menginisiasi komunitas blogger alumni kampus. Secara tidak langsung, awal saya semangat berkomunitas dipicu dengan bergabung dari IIDN. Sampai ke titik dimana saya mengajak ibu-ibu alumni untuk membuat perkumpulan sendiri.
Saya tidak berniat mencari nama atau titel ketika mengajak ibu-ibu alumni. Waktu itu niat saya murni ingin ‘berkumpul’ bersama ibu-ibu blogger alumni lain dan ingin bertukar ilmu. Namun ternyata lebih banyak ibu-ibu yang memiliki keinginan menulis blog yang terpendam dan ‘tergilas’ kesibukan harian sehingga ‘terlupa’ update blog.
Dibandingkan dengan IIDN yang memiliki anggota duapuluh ribuan, berusaha menyemangati segelintir ibu-ibu alumni yang blognya mati suri itu butuh komitmen dan energi yang besar. Setidaknya itu yang saya rasakan sendiri. Tidak mudah membuat banyak ibu-ibu untuk bangkit dan berdaya, sementara semangat itu harus dibangkitkan langsung dari hati dan niat masing-masing individu. Belum lagi seorang Ibu berkutat dengan segambreng tanggung jawab sebagai ibu di rumah dan bekerja di profesinya masing-masing.
Tentunya di usia IIDN yang sudah sedekade lebih maka programnya matang dan kokoh dalam mengajak ibu-ibu berdaya. Sudah tentu tidak mudah dalam menggerakkan roda komunitas untuk berjalan, di tengah kesibukan admin masing-masing. Juga memiliki upaya pula mengesampingkan niat-niat duniawi lain, demi Ibu-ibu merasa berdaya dan memiliki peluang berkarya juga berekspresi.
Pesan dan Harapan Untuk Ibu-Ibu Doyan Nulis
Untuk Ibu-Ibu Doyan Nulis, saya harap komunitas perempuan ini terus berjalan dan aktif. Karena saya rasa setiap hari di tengah-tengah kesibukan Ibu-ibu, mereka butuh wadah untuk berekspresi dan memberikan peluang untuk mereka berkreasi dalam bentuk menulis.
Sama seperti saya yang dulu hampir lupa dengan hobby saya blogging, saya harap IIDN terus hadir demi mengingatkan ibu-ibu kalau mereka masih bisa berkarya. Mereka memiliki kekuatan dalam menggerakkan diri mereka untuk menulis dan berdaya.

Blog saya kini sudah berusia 2 tahun lebih dan semakin matang, insya Allah. Bahkan saya punya blog lain yang saya khususkan untuk murni menulis. Terima kasih IIDN sudah membuka mata saya 3 tahun lalu kalau semua ini doable dan saya mampu. Untuk sisanya, segala karya dan komunitas yang saya inisiasi, semua itu bonus besar.
Saya harap IIDN masih membukakan peluang-peluang berupa sharing ilmu, job blog, lomba dan lainnya sehingga menyemangati Ibu-ibu berkarya dalam menulis. Semoga IIDN terus berjaya sedekade lagi dan lagi.
Penutup
Memiliki semangat berkarya dan berdaya membutuhkan teman dan lingkungan yang mendukung. Saya dapatkan itu dari IIDN, dari ilmu, peluang dan network. Bergabung dan berpartisipasi dengan peluang-peluang yang IIDN hadirkan menambah pencapaian saya sebagai blogger.
Melalui tulisan ini saya berterima kasih pada IIDN. Selamat ya karena sudah 12 tahun berjasa mendorong ibu-ibu lebih berdaya dalam bidang menulis.
Apakah kamu mengenal komunitas IIDN? Bagaimana pendapatmu tentang komunitas ini?

Seruuunya… Pengen gabung juga nih mba. Udah sering denger sih IIDN ini .
Yuk yuk gabung aja Mbak
alhamdulillah banyak komunitas yang mewadahi ibu2 yang suka menulis dan berkreasi, salah satunya IIDN ini, sukses terus buat Mama dan IIDN ya
Aamiin makasih Mbak
Mbak Andina makasih yaa ide bagus nih kumpulkan teman alumni kampus yang suka nulis untuk ngeblog.
Btw, suka program IIDN yang empowering para perempuan untuk semangat berkarya
Beberapa kali ikut kegiatan IIDN, tapi saya baru ngeh soal kegiatan rutin di Facebook Groupnya. Aihh, seru yaa..bisa belajar bareng ibu-ibu yang doyan nulis lainnya se-Indonesia. Selain bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis kita, pastinya menambah jejaring pertemanan pula.
Aku pun beberapa kali ikut acara IIDN. Dulu untuk penulis buku, sekarang untuk blogger juga ya. Pokoknya terus menulis bersama komunitas yang membantu pengembangan diri.
Saya sudah jadi anggota IIDN tapi belum bisa maksimal mengikuti kegiatan rutin di sana. Banyak blogger yang berbagi cerita kalau di IIDN tuh ilmu melimpah ruah dan bikin makin semangat menulis. Ah sepertinya saya harus lebih aktif lagi nih di komunitas ini.
IIDN ini programnya memang keren-keren dan selalu membantu anggotanya untuk berkembang ya, mbak
Seneng banget kalau ada ibu rumah tangga yang bisa berkomunitas dan berpretasi atau berkarya, apa pun itu bentuknya yang positif
seneng banget bisa gabung juga di IIDN, dari sini aku juga dapet banyak ilmu dari mba Win juga.
sayangnya pas acara offline beberapa waktu lalu ga bisa ikutan