Memakai Blog Planner Printable Agar Produktif Ngeblog – Baru-baru ini, saya mulai lebih teratur mengorganisir kegiatan harian. Salah satunya dengan membuat Bullet Journal. Ternyata memang setelah diterapkan, hari menjadi lebih tertata dan terarah. Lucunya, yang sekarang justru terasa agak ‘tertinggal’ malah aktivitas ngeblog.
Meskipun saya telah merencanakan aktivitas ngeblog saya, tapi saya sadar bahwa selama ini saya selalu menulis topik blog secara spontan dengan insting. Namun sering kali hal tersebut tidak membantu ketika akhirnya saya memiliki waktu luang menulis.
Padahal saya sudah ada blog planner notebook berupa Bullet Journal juga, tapi belum berhasil planning. Mungkin karena waktu menulisnya sering hadir ketika tidak disangka-sangka. Sejujurnya, kadang lebih mudah ketika sudah tahu mau menulis apa. Dan terkadang, menulis topik yang sudah ditentukan itu sangat membantu.
Sudah saatnya sekarang saya mulai membuat blog planner sendiri. Tapi sebelumnya, saya mau membagikan pandangan saya tentang merencanakan blogging untuk masing-masing blogger. Simak terus ya.
Memang sih tak ada jaminan membuat perencanaan blog bisa buat lebih produktif. Semua kembali ke niat dan izin-Nya juga. Tapi membuat rencana blog merupakan sebuah usaha juga, toh. Agar blog terawat dan dapat mengejar keinginan kita.
Sebelum berencana, sebaiknya ada hal-hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu nih. Ini dia pointers-nya:
Sebelum ujug-ujug brainstorming mau menulis topik blogging apa, ada baiknya kita bertanya dulu ke diri sendiri: apa tujuan kita blogging. Karena outcome atau penerapannya akan berbeda.
Blogger yang ingin konsisten menulis, biasanya frekuensi menulisnya lebih banyak dari blogger lain. Atau seseorang yang ingin branding profesi atau bisnis, bisa menulis demi mempopulerkan bisnisnya atau keahliannya. Saya sendiri sedang berpikir menjadi authority blogger, alias blogger dengan keahlian tersendiri.
Semua motivasi dan alasan ini tentu berpulang ke kebutuhan dan karakter kita sendiri. Bagaimana dengan motivasi ngeblog-mu?
Nah begitu kita sudah tahu apa tujuan kita ngeblog, kita bisa memperkirakan seberapa banyak kita akan posting tulisan di blog dan dalam periode berapa lama. Berapa banyak dalam seminggu atau sebulan? Mau setiap hari atau misalnya 5 hari berturut-turut?
Seorang blogger yang memiliki goal bisnis bisa juga sih menyewa penulis untuk menulis di website-nya, sehingga frekuensi posting lebih terjaga atau lebih banyak. Sementara blogger yang ingin menulis untuk menyalurkan hobby atau passion bisa lebih jarang, namun sekali menulis lebih mendalam atau pakai hati.
Sebaiknya berhati-hati dalam menentukan frekuensi dan pastikan bisa diterapkan setelah dicocokkan dengan aktivitas harian lain. Terutama kalau sudah jadi Ibu 🙂
Ada banyak alasan kenapa artikel blog harus dibuat; karena ingin mendapatkan pageviews atau monetisasi blog misalnya. Meskipun ada banyak rencana dan ide, juga faktor kenapa sebuah tulisan harus ditulis. Kadang ada satu yang terlupa: kamu suka nggak menulis topik ini? Ada satu cara bagus untuk mengetahui pasti minat kita, yaitu dengan menuliskan semua ide dalam kertas kemudian memberikan rating minat menulis kita di setiap ide.
Ketahui juga konten atau tulisan blog apa saja yang mau kita tulis. Kita bisa menggunakan mind-mapping, blogwalking, browsing di internet atau tempat-tempat. Jalan-jalan dulu kalau targetnya sebagai travel blogger atau blogger kuliner.
Kita juga bisa menggali minat-minat kita, sehingga menulis jadi lebih bersemangat. Jika memiliki banyak ide, kita bisa memberikan rating di setiap topik yang ingin kita tulis sehingga tahu yang mana yang paling ingin kita tulis. Bisa juga melihat ide menulis blog disini.
Sisanya, tinggal membuat blog planner sendiri. Kita bisa membuat blog planner template secara manual dalam jurnal, menggunakan software dan kemudian dicetak, atau menulis secara digital. Tentu kita yang paling tahu, paling nyaman merencanakan dimana?
Usai merencanakan, tinggal dijalankan saja deh. Untuk lebih terperinci, tentu kita bisa membuat lebih terstruktur lagi. Misalnya, membuat sub judul atau keperluan artikel blog seperti image dan sebagainya.
Kalau kamu masih ingin lebih total dalam blogging, ada hal-hal lain yang dapat memaksimalkan effort ngeblog kamu. Dampaknya tentu ke banyak pengunjung ke blog dan lebih produktif. Ide-ide aktivitas setelah menerapkan blog planner misalnya:
Ketika sudah membuat blog planner untuk seminggu, buat juga untuk 3 minggu ke depan. Dan seterusnya. Yang berat bukan memulai, tapi mempertahankan konsistensi. Jika malas datang, kita bisa mengingat kembali motivasi kita blogging apa.
Ada komentar masuk ke blog? Usahakan untuk menjawab pertanyaan mereka, khususnya yang membutuhkan solusi. Kita bisa juga ikut acara blogwalking, sambil melihat blog-blog orang lain. Berinteraksi adalah cara bagus untuk mendapatkan kepercayaan dan lebih terhubung dengan pembaca.
Usai menulis, kita bisa bagikan artikel di dunia maya, grup whatsapp atau chat, forum, facebook group dan sebagainya. Kalau belum bergabung dari grup, bisa gabung dulu sekalian memperluas networking.
Jangan buru-buru berpikir ini usaha desperate agar tulisan dibaca, tapi siapa tahu ada yang membutuhkan tulisan kita. Lagipula, untuk menarik pengunjung seringnya membutuhkan analisa SEO khusus. Namun jika kita menulis tanpa SEO, usaha membagikan artikel ini cukup efektif agar banyak yang membaca tulisan kita.
Konten blog kita dapat juga didaur ulang menjadi konten lain, misalnya konten sosmed, video, e-book dan sebagainya. Kamu juga bisa membuat infografis dari konten blogmu. Di lain waktu, bisa juga lho tulisan-tulisan blogmu dikumpulkan menjadi kompilasi dan jadi artikel tersendiri.
Biar lebih afdol perencanaan blogging-mu, ada free blog planner printable yang bisa diunduh dari blog ini. Saya mau ajak readers juga produktif nih! Karena untuk merencanakan begitu mudah, tapi jangan cek apa kita suka dengan topik yang mau ditulis atau tidak.
Dengan mengunduh, kamu dapat 2 blog planner template :
Printables ini gratis dan telah di-watermark juga. Syarat mendapatkannya, tinggal subscribe atau berlangganan ke blog ini, tuliskan e-mailmu di link berlangganan ini dan klik tombol Subscribe. Bisa juga klik link ini.
Membuat perencanaan blog mungkin terlihat serius, namun kita bisa menyiasati dengan menulis hal-hal yang kita suka. Semoga para readers bisa melakukan blog planning dan makin konsisten ngeblog ya!
Pernahkah kamu menggunakan blog planner? Bagikan pendapatmu ya.
Pengalaman Resign dan Jadi Freelancer, Transisi yang Tak Mudah - Ngga kerasa sudah 11 tahun…
Photo of the Day : Si Kecil yang Sibuk Memotret Alam - Sudah agak lama…
Bicara Habit Membuat To-Do List Harian - Kalau kamu seorang Ibu, mungkin sudah familiar dengan…
Photo of The Day : Di Balik Layar Badge MGN Tahunan 2024 Photo of The…
Nulis Apa Tahun 2025? Usai membuat e-book 2024 dan blogging, saya jadi menarik kesimpulan bahwa…
Pengalaman Unik dan Berkesan Saat Jepret Foto - Tadinya saya menulis ini demi memenuhi tantangan…
This website uses cookies.
View Comments
Desainnya cakep banget kak HEHE.
aku pengen bikin blog planner tapi takut ga konsiten, tapi pengen, nahhh hehehe
aku coba klik tombol orange diatas mbak, tapi malah terhubung "page not found"
Wah maaf ya mbak. Insya Allah sekarang sudah bisa linknya
Sebenarnya saya tertarik untuk membuat blogplanner supaya tulisan di blog saya lebih terarah. Tapi kadang ya itu tadi ide tulisan suka datang spontan. Yang udah direncanakan malah kadang ga dikerjakan hehe. Tapi setelah baca tulisan ini saya jadi pengen mulai pake blog planner karena memang banyak manfaatnya.
saat ini saya nulis masih suka-suka, Mba. Belum mau terlalu serius soalnya beberapa tahun belakangan semangat nulis saya masih ada di titik rendah, takutnya kalo terlalu serius semangat nulis malah jadi benar-benar hilang
Aku udah bikin blogplanner untuk setahun ke depan mbak, tugasnya kelas BRT kemarin. Haha. Tapi kayaknya memang butuh [printable-nya juga. Karena yang namanya ide menulis suka ujug-ujug datang gak kenal waktu gak kenal tempat. Terus kalau enggak ditulis, lupa gitu aja. Huhu
Nah bener banget sih, akhir-akhir ini juga mulai nentuin goals apa yang ingin dicapai dalam beberapa waktu kedepan. Jadi ngeblog bisa serasa aja progressnya setiap hari, jadi bisa diatur juga kapan dan berapa lama ingin dicapai sehingga bisa membuat sebuah goals baru dan memulai kembali..
Kalau jadi authority blogger dan sedang keidean menulis sesuatu yang diluar niche gimana tuh jadinya? nggak jadi nuliskah atau disambung-sambungin aja dengan topik yang udah direncanain?
Aku sendiri tipe blog gado2 tanpa rencana. Kalau topiknya udah ditentuin malah jadi berat mau ngerjainnya, hehehe